ISI BLOG
Tutorial Photoshop - Membuat Efek Buku Komik Retro Pada Foto
Tutorial kali ini memperlihatkan bagaimana member i efek komik pada fotomu dengan menggunakan filter pada Photoshop dan beberapa dekorasi tambahan.
Bagaimana menghapus Windows Live Messenger pada Windows 7?
1. Klik Orb (tombol Start pada Windows 7) lalu pilih Control Panel.
2. Di bawah menu Programs, pilih Uninstall a Program.

3. Gulung ke bawah daftar aplikasi. Cari dan pilih Windows Live Essentials.

4. Browse ke kotak atas dari daftar lalu pilih Uninstall/Change.
5. Ketika muncul jendela baru, pilih tombol radio Uninstall lalu klik Continue.

6. Cek kotak Messenger lalu klik Continue.

7. Selesai.

8. Kalau sudah selesai, klik tombol Close pada halaman konfirmasi.
(Diambil dari www.tech-recipes.com)
Bagaimana mengganti gambar background logon pada Windows 7/2008R2?
2. Cari key berikut pada Registry Editor:
HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Authentication\LogonUI\Background
3. Buat sebuah value DWORD bernama OEMBackground – atur nilainya menjadi “1”
4. Taruh sebuah file gambar (.jpg) bernama backgroundDefault.jpg dalam direktori C:\Windows\system32\oobe\info\backgrounds dengan syarat ukuran file gambar tersebut mesti di bawah 256 kb.
Fix Generic Host For Win32 and Svchost.exe Error
Kamu bisa mengenali bug Microsoft Windows ini melalui tanda-tandanya:
- Ketika lagi asyik berinternet, tiba-tiba aktivitas internet-mu hang. Kamu masih bias melihat
ikon koneksi internet di tray Windows tapi kamu tidak bias surfing, browsing atau lain-lainnya.
- Muncul pesan error tiba-tiba dengan bunyi “Generic Host Process for Win32 Services has
encountered a problem and needs to close. We are sorry for the inconvenience.”
- Atau, muncul pesan error yang melaporkan kalau aplikasi netapi32.dll dan svchost.exe gagal.
- Kamu mencoba diskonek internet-mu karena tidak ada aktivitas internet tapi ikon Internet di
tray tetap saja ada.
- Kamu mendapat pesan error seperti “Your PC has encountered from a serious problem” dll.
Solusinya :
1. Tutup Port 445:
- Buka Registry Editor (regedit.exe) dengan klik Start Menu lalu klik ikon “Run”.
- Ketikkan “regedit” (tanpa tanda kutip) pada kotak menu Run, lalu klik tombol OK. Maka
aplikasi Registry Editor akan terbuka.
- Cari key berikut pada registry:
“HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\NetBT\Parameters”
- Pada jendela menu sebelah kanan, cari opsi bernama “Transport Bind Name”.
- Double klik value tersebut, lalu hapus nilainya sehingga menjadi kosong.
2. Tutup Port 135:
- Sekarang cari key registry berikut:
“HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\OLE”
- Kamu akan melihat sebuah String Value bernama :EnableDCOM
- Ubah value menjadi N (biasanya bernilai Y)
- Tutup Registry Editor, lalu restart komputermu.
Semoga bermanfaat..
Instalasi Windows 7 Otomatis
Tool-tool yang kamu perlukan:
1. Sebuah DVD master Windows 7 yang belum dikostumisasi
2. Software pengedit resource mis. Reshacker, Restuner, dll
3. Windows Automated Installation Kit (WAIK) untuk Windows 7
4. Aplikasi WinIntegrator
5. .NET Framework 4 beta 2
6. VMWare atau VirtualBox untuk pengetesan
7. Software burner DVD apa saja mis. Nero
Caranya :
1. Salin semua isi DVD Windows 7 ke dalam hard disk, mis. kita umpamakan di direktori D:\w7.
2. Download dan instal Resource Editor atau PE Explorer.
3. Download dan instal WAIK untuk Windows 7.
4. Download GImageX untuk Windows 7, ekstrak lalu salin file gimagex.exe yang ada dalam direktori/folder sama dengan file imagex.exe.
5. Jalankan GImageX, pada tab mount-nya pilih lokasi mounting, lalu browse ke folder
D:\w7\sources\, pilih install.wim sebagai source file wim, centang kotak “read and write”, lalu browse ke folder mounting-nya, kamu akan temukan sebuah folder bernama windows, untuk mengubah identitas Windows 7-mu nantinya kamu bisa mengedit file-file berikut yang ada didalamnya:
a. File explorer.exe untuk tampilan orb Start-nya (kamu bisa mendownload beberapa style orb dari internet), buka file explorer.exe dengan tool PE Explorer lalu pada seksi bitmap ganti resource 6801, 6805, & 6809 dengan file orb-mu sendiri.
b. File bootstr.dll dalam direktori %mountlocation%\windows\system32\ juga file bootstr.dll.mui dalam direktori %mountlocation%\windows\system32\en-US\
c. File imageres.dll dalam direktori %mountlocation%\windows\system32\ untuk mengubah tampilan login Windows 7.
d. File basebrd.dll dalam direktori %mountlocation%\windows\branding\basebrd\ juga file basebrd.dll.mui dalam direktori %mountlocation%\windows\branding\basebrd\en-US\.
e. File shellbrd.dll dalam direktori %mountlocation%\windows\branding\shellbrd\.
f. File shell32.dll dalam direktori %mountlocation%\windows\system32\.
g. File uxtheme.dll dalam direktori %mountlocation%\windows\system32\.
h. File img0.jpg dalam direktori %mountlocation%\windows\web\wallpaper\windows\.
6. Kalau kamu mau menambah themes Windows 7, ikutkan ke dalam direktori %mountlocation%\windows\resources\themes\, kamu juga bisa mengikutkan/salin file uxtheme.dll yang sudah di-patch di direktori diatas.
7. Buka tool GImageX, centang kotak “commit changes”, pilih file wim-mu lalu klik unmount.
8. Buat sebuah file image .iso dengan menggunakan perintah:
"%systemroot%\program files\windows aik\tools\x86\oscdimg -lW7DVD -h -n -m -bD:\w7\boot\etfsboot.com d:\w7 d:\w7.iso"
Maka file image .iso-mu otomatis tersimpan ke dalam folder D:\w7.iso
9. Instal aplikasi virtual machine, saya sarankan menggunakan VMWare.
a. Untuk aplikasi VMWare, install, jalankan, lalu dari dalam menu pilih
select create new virtual machine.
b. Kamu bisa memilih setting berikut pada VMWare:
Number of processors : 2
RAM : 512 MB
Virtual hard disk : 60 GB
c. Dari dalam pilihan advanced menu untuk virtual hard disk, pilih
Independent & Persistence.
d. Untuk pilihan CD-DVD, pilih “use iso image”.
10. Pilih direktori C:\w7.iso sebagai source image-nya.
11. Buat sebuah hard disk virtual dengan kapasitas 60 GB.
12. Jalankan VMWare, maka instalasi Windows 7 akan berjalan normal, setujui lisensi dari Windows lalu buat dua buah partisi.
13. Setelah instalasi Windows selesai dan kamu diharuskan mengisi nomor seri produk, jangan dulu ketikkan apa-apa, cukup tekan tombol CTRL+SHIFT+F3 yang akan langsung merestart komputermu untuk masuk dalam mode audit lalu jendela menu sysprep akan muncul, jangan tutup jendela ini.
14. Instal aplikasi yang kamu perlukan, restart computer jika perlu, integrasikan tweak registry (ingat: registry yang memiliki value "HKEY_CURRENT_USER" tidak bisa langsung diintegrasikan begitu saja, kamu mesti menggunakan startnet.cmd untuk mengintegrasikannya).
15. Pada jendela sysprep, pilih “Enter system out of box experience”, lalu pilih “shutdown” dan jalankan sysprep.
16. Saya sarnkan menggunakan aplikasi mesin virtual VMWare karena memiliki fitur v2p (virtual to physical) yang mampu mensimulasikan langsung drive virtual ke bentuk fisik; lalu mount hard disk virtual-mu dengan menggunakan huruf drive Z:
17. Klik Start-Windows command prompt tool AIK lalu ketikkan:
imagex /compress fast /check /flags "Ultimate" /capture z: d:\install.wim "Windows 7 Ultimate" "Windows 7 Ultimate x86"
(Perhatikan bahwa lambang “Ultimate” adalah bentuk “bendera” Windows 7 nantinya sesuai versi Windows 7-mu.
18. Sekarang kamu sudah punya file install.wim dalam folder C:\, yang menggantikan file install.wim dalam folder “C:\w7\sources\”
19. Download dan install tool WinIntegrator (tool ini membutuhkan .NET Framework 4 beta 2 yang sudah terinstal dalam komputermu).
20. Jalankan WinIntegrator, pilih lokasi media Windows 7-mu, mis. dalam folder “C:\w7.
21. Kamu juga bisa mengintegrasikan paket driver (yang bisa kamu download dari driverpacks.net), menghapus paket-paket yang tidak kamu perlukan (ingat: paket-paket tersebut tidak bisa tambahkan nantinya setelah kamu menghapusnya pada metode ini).
22. Buat sebuah file autounattended.xml.
23. Salin file autounattended.xml tersebut ke dalam folder C:\w7\.
24. Buat sebuah file image .iso file-file instalasi Windows 7-mu dengan menggunakan perintah seperti pada langkah 8.
25. Burn file image .iso tersebut kedalam DVD kosong.
26. Selesai, gampang bukan?
Catatan : Kamu tidak bisa menggunakan partisi kedua mis. D:\ karena akan bermasalah dengan instalasi beberapa software.
Menginstal Skin/Theme Baru Pada Nokia 9300 dan 9500
PENDAHULUAN
YANG PERLU KAMU TAHU SEBELUMNYA
Untuk smartphone, semua data tentang skin/theme disimpan dalam drive Z: (yang tentu saja tidak kelihatan dalam device-nya). Namun pada Series 80, kamu bisa menggunakan emulator Software Development Kit (SDK) untuk bisa mereviewnya. Skin standar Nokia berisi 11 file-file gambar (file MBM), yang masing-masing file MBM tersebut berisi hampir sekitar 250 gambar yang terpisah. Selain itu, terdapat 2 file SKE yang berisi informasi gambar untuk aplikasi perpesanan, dan sebuah file SKN berisi informasi lokasi file-file MBM tersebut, font-font mana yang digunakan, dan warna yang ditampilkan.
File .ZIP yang kamu download melalui artikel ini berisi semua file yang kamu perlukan untuk menginstal sebuah skin/theme baru. Cara menginstal skin-nya dengan menyalin file “skinpath.txt” ke direktori C:\system\data\skinconfig.
INGAT: jangan mengedit file ini pada Notepad atau aplikasi editor teks lainnya pada
smartphone-mu karena itu tidak akan berhasil.
Setelah menyalin file “skinpath.txt” tersebut, taruh isi folder “Skins” (yang ada dalam file zip) ke dalam C:\System\Skins\.
File-file yang ada dalam folder C:\system\skins\0x101F8EDB\ berisi semua data tentang skin/theme barumu tersebut.
Instalasi Windows XP dari USB flash disk menggunakan WinSetupFromUSB
Yang kamu perlu siapkan adalah:
- Sebuah flash disk USB berkapasitas minimal 1 GB
- CD instalasi Windows XP
- Aplikasi WinSetupFromUSB
Kalau kamu menggunakan aplikasi nLite untuk mengintegrasikan instalasi Windows XP, harap diingat:
JANGAN menghapus pilihan “Manual Install and Upgrade” pada Option Operating System!
Saya juga menyarankan mengintegrasikan Service Pack 3 kedalam file-file instalasi Windows XP-mu.
1. Persiapan
Download dan instal aplikasi WinSetupFromUSB. Secara otomatis file-file instalasi WinSetupFromUSB akan diekstrak ke folder C:\WinSetupFromUSB.
Buat folder baru dengan nama WINXPCD pada direktori C:\ lalu salin semua file dari CD instalasi Windows XP-mu kedalam folder tersebut. Susunan isi dalam folder WINXPCD akan seperti ini (tergantung versi Windows XP-mu):
File-file berikut menjelaskan Service Pack mana yang kamu integrasikan dalam CD:
• WIN51IC.SP1, Sevice Pack 1
• WIN51IC.SP2, Sevice Pack 2
• WIN51IC.SP3, Sevice Pack 3
2. Jalankan WinSetupFromUSB
Sambungkan Flash Disk USB-mu ke PC/notebook lalu jalankan WinSetupFromUSB. Nama Flash Disk USB-mu otomatis akan muncul pada tab USB Disk Selection:
3. Pilih Folder Instalasi Windows XP
Klik pada tombol Browse pada tab Windows 2000/XP/2003 Source lalu cari folder yang berisi file-file instalasi Windows XP yang kamu salin tadi (C:\WINXPCD):
Klik tombol OK:
4. Format Flash Disk USB
Gunakan PeToUSB atau HP Format Tool untuk memformat flash disk USB-mu. Tool-tool tersebut sudah terintegrasi dalam aplikasi WinSetupFromUSB jadi kamu tidak perlu mendownloadnya lagi.
Untuk flash disk dengan kapasitas maksimal 2 GB sebaiknya kamu format menggunakan PeToUSB dangan file sistem FAT16, sedangkan flash disk dengan kapasitas 4 GB atau lebih kamu bagusnya format dengan HP Format Tool dengan file sistem FAT32.
Saya menggunakan PeToUSB untuk memformat flash disk Kingston Data Traveler 2 GB-ku.
Kemudian klik PeToUSB tepat dibawah tab Format target using pada jendela utama WinSetupFromUSB untuk menjalankan proses format. Nama Flash Disk USB-mu akan muncul dibawah tab Destination Drive. Cek kembali USB Removable, Enable Disk Format dan Quick Format. Hapus centang Enable File Copy yang ada dibawah tab File Copy Options :
Klik Start lalu klik tombol Yes dua kali.
PERHATIAN : Proses format ini akan menghapus total data dalam flash disk-mu jadi saran saya backup dulu sebelumnya semua data yang ada dalam flash disk tersebut.
Kalau semua berjalan lancar, maka akan muncul pesan “Operation Completed Successfully!”. Klik OK lalu tutup PeToUSB.
Proses format menggunakan HP Format Tool juga prosesnya sama.
5. Salin File-file Instalasi Windows XP
Untuk mulai menyalin file-file instalasi Windows XP-mu ke dalam flash disk, klik GO pada jendela utama WinSetupFromUSB. Kecepatan penyalinan ini tergantung dari kecepatan penulisan (write speed) flash disk USB-mu.
Setelah semua selesai maka akan muncul pesan tentang cara proses instalasi Windows melalui metode ini.
Klik OK lalu tutup aplikasi WinSetupFromUSB dengan menkan tombol EXIT.
6. Instalasi Windows – Bagian 1
Pasang flash disk USB tadi ke PC/notebook lalu restart komputermu. Tekan ESC saat muncul tampilan boot computer lalu pilih Flash Disk USB-mu sebagai media boot yang pertama.
Tombol ESC digunakan untuk jenis computer ASUS seri Eeee PC.
Untuk model PC lainnya kamu bisa menggunakan tombol , mis: F8 atau F12.
Setelah proses booting dari flash disk, akan muncul menu berikut:
- Windows XP/2000/2003 Setup – First and Second parts
Tekan Enter atau tunggu sekitar 10 detik untuk lanjut ke menu berikutnya:
• First part of Windows XP Home Edition setup
• Second part of XP Home Edition setup+Start Windows for first time
Secara otomatis menu First part of Windows XP Home Edition setup akan terpilih. Tekan Enter atau tunggu 10 detik untuk lanjut ke menu Text mode part of setup. Selama proses ini kamu bisa menghapus, membuat dan memformat partisi yang ada dalam komputermu sampai proses penyalinan file berlangsung lalu komputermu akan restart.
7 . Instalasi Windows – Bagian 2
Setelah restart, boot lagi komputermu dari flash disk USB. Menu yang sama akan muncul:
- Windows XP/2000/2003 Setup – First and Second parts
Tekan Enter atau tunggu 10 detik untuk lanjut ke menu berikutnya:
• First part of Windows XP Home Edition setup
• Second part of XP Home Edition setup+Start Windows for first time
Menu Second part of XP Home Edition setup+Start Windows for first time otomatis akan terpilih. Tekan Enter atau tunggu 10 detik untuk mulai menjalankan GUI mode part of setup. Selama proses ini, kamu mesti mengisi nomor seri Windows, Timezone, Nama User dan informasi penting instalasi Windows lainnya. Lalu komputermu akan restart secara otomatis.
7. Instalasi Windows – Bagian 3
Setelah restart, boot lagi komputermu dari Flash Disk USB. Menu yang sama akan muncul:
- Windows XP/2000/2003 Setup – First and Second parts
Tekan Enter atau tunggu 10 detik untuk lanjut ke menu berikutnya:
• First part of Windows XP Home Edition setup
• Second part of XP Home Edition setup+Start Windows for first time
Menu Second part of XP Home Edition setup+Start Windows for first time otomatis akan terpilih. Tekan Enter atau tunggu 10 detik untuk lanjut ke menu Start Windows for the first time. Sampai disini proses instalasi Windows sudah berhasil setelah Desktop Windows muncul.
JANGAN terlalu cepat mencabut Flash Disk USB-mu!
Catatan:
Setelah proses instalasi berhasil, maka akan muncul menu berikut saat startup:
Please select the operating system to start:
• Microsoft Windows XP Home Edition
• USB Repair NOT to Start Microsoft Windows XP Home Edition
•
Kalau kamu tidak berencana menggunakan pilihan repair dan ingin langsung mem-boot komputer ke Windows, buka file boot.ini pada direktori utama biasanya pada drive C:\ dengan Notepad:
[Boot Loader]timeout=30
Default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)WINDOWS
[Operating Systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)WINDOWS=”Microsoft Windows XP Home Edition” /noexecute=optin /fastdetect
multi(0)disk(0)rdisk(1)partition(1)WINDOWS=”USB Repair NOT to Start Microsoft Windows XP Home Edition” /noexecute=optin /fastdetect
Lalu hapus baris berikut:
multi(0)disk(0)rdisk(1)partition(1)WINDOWS=”USB Repair NOT to Start Microsoft Windows XP Home Edition” /noexecute=optin /fastdetect
INGAT: JANGAN menghapus baris lainnya!
Atau komputermu tidak akan bisa di-boot!
Simpan perubahan tersebut.
Pada boot startup selanjutnya, menu tersebut tidak akan muncul lagi.
Tapi jika kamu ingin tetap menyimpan pilihan repair tersebut, kamu bisa mengurangi waktu tampilnya pilihan system operasi dari 30 detik menjadi 5 detik untuk mempercepat proses boot.
[Boot Loader]
timeout=5
Lalu simpan perubahan tersebut.

